• CIMB Niaga Economic Forum 2017: Menjangkar Optimisme dan Meraih Peluang

Press Release

Kamis, 26 Januari 2017

 

CIMB Niaga Economic Forum 2017: Menjangkar Optimisme dan Meraih Peluang

 

JAKARTA. Mengawali tahun 2017, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan CIMB Niaga Economic Forum 2017 dengan tema: “Navigating 2017: Anchoring Expectations, Finding Opportunities”.

Forum yang dipersembahkan untuk para nasabah utama CIMB Niaga ini diharapkan dapat memberikan wawasan terbaru mengenai kondisi perekonomian terkini dan ekspektasi serta tantangan selama setahun ke depan. Dengan demikian, nasabah bisa memetakan peluang yang ada untuk menumbuhkembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia terus bergerak naik, seperti harga komoditas yang membaik dan mulai dinamisnya aktivitas di banyak sektor ekonomi. Kondisi ini diharapkan dapat berlanjut dan membawa perubahan positif bagi kemajuan perekonomian Indonesia,” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan saat membuka forum tersebut di Jakarta, Kamis (26/1).

Dalam kesempatan forum ini, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roslani, menekankan bahwa Kadin adalah wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia dengan para stakeholder, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan, profesional, dan kompeten  serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional guna peningkatan daya saing, dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia di tahun 2017. 

“Kita akan serius membahas dan menindaklanjuti apa-apa yang diarahkan Pemerintah, dengan berbagai paket kebijakan Pemerintah”, saat turut membuka forum tersebut di Jakarta, Kamis (26/1). 

Lebih lanjut Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean yang bertindak sebagai moderator dalam forum tersebut mengatakan, volatilitas global diperkirakan masih akan tinggi pada tahun ini yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya prospek diluncurkannya beleid-beleid baru yang diwacanakan oleh Presiden Amerika Serikat yang baru, meningkatnya tantangan proteksionisme, masih gamangnya perekonomian di zona euro, serta kurang kuatnya perekonomian China dan Jepang. Selain itu, pelaku bisnis memantau berlangsungnya pemilihan Kepala Daerah secara serentak di lebih dari 100 pemerintahan daerah dan provinsi di Tanah Air dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Dijelaskan Adrian, di tengah hadirnya tantangan-tantangan tersebut, perekonomian Indonesia tahun ini diyakini bakal menorehkan angka pertumbuhan yang lebih baik dari tahun lalu. Dengan adanya indikasi pergerakan naik dalam perekonomian di pasar barang dan tenaga kerja, konsumsi swasta akan terus berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, optimisme tersebut juga ditopang oleh prospek berlanjutnya reformasi lewat serangkaian  paket kebijakan yang masih akan dikeluarkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang diluncurkan tahun lalu dan masih akan berlanjut pada tahun ini diyakini bakal mendatangkan sentimen positif guna membantu mewujudkan serta melanjutkan sejumlah program yang sudah dicanangkan pemerintah untuk kemakmuran rakyat.

Menurut Tigor, CIMB Niaga Economic Forum kali ini terselenggara atas dukungan Kadin Indonesia. Sebagaimana diketahui, Tigor juga menjabat sebagai Ketua Kadin Indonesia Komite Malaysia. Tampil sebagai keynote speaker dalam CIMB Niaga Economic Forum 2017 adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Hadir pula nara sumber yang berada di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yaitu Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto. Mereka memaparkan mengenai ekspektasi perekonomian ke depan beserta strategi yang dilakukan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan melepaskan Indonesia dari ketidakpastian global yang terus membayangi.

Selain itu, ada juga pengamat politik Yunarto Wijaya yang melengkapi pemetaan terhadap prospek risiko dari sisi politik. Untuk memberikan gambaran tentang prospek pergerakan modal ke emerging market, forum ini menghadirkan Head of Asia Pacific Fixed Income Product Strategy, BlackRock’s Active Investment Group, Gregor Carle. BlackRock adalah perusahaan manajer investasi terbesar di dunia dengan aset global sebesar USD5 triliun. Selain itu, Chief Economist CIMB Group Arup Raha ikut memberikan gambaran kondisi global, termasuk dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Melalui forum ini, Kadin mewakili kepentingan dunia usaha akan selalu melakukan komunikasi, konsultasi dan advokasi secara berkala dan berkesinambungan dengan Pemerintah dalam upaya partisipasi aktif para pengusaha nasional dan ikut serta dalam percepatan pembangunan dan kebijaksanaan ekonomi nasional yang sedang dicanangkan oleh Presiden RI,” pungkas Rosan.

Berpredikat bank terbesar kelima di Tanah Air yang telah menjalankan usahanya selama lebih dari enam dasawarsa, CIMB Niaga akan terus memberi pendampingan kepada para nasabah dalam memanfaatkan peluang dan potensi bisnis yang bakal dijalankan.

“Sebagai mitra para pelaku usaha, kami siap memberikan dukungan dalam mengoptimalkan peluang bisnis yang ada. Kami memandang, saat ini merupakan momen yang tepat bagi para nasabah untuk terus melangkah maju bersama CIMB Niaga,” tutup Tigor.

 

Tentang CIMB Niaga

CIMB Niaga didirikan dengan nama Bank Niaga pada tahun 1955. Sekitar 92,5% saham CIMB Niaga (termasuk yang dimiliki oleh PT Commerce Kapital sebesar 1,02%) dimiliki oleh CIMB Group. CIMB Niaga menawarkan produk dan layanan perbankan lengkap, baik konvensional maupun syariah, melalui 697 jaringan kantor per 30 September 2016, yang terdiri dari jumlah kantor cabang sebanyak 528, Mikro Laju sebanyak 95, kantor kas dan payment point sebanyak 54 unit (termasuk 21 digital lounge), dan kas mobil sebanyak 20 unit. CIMB Niaga memiliki 13.069 karyawan per 30 September 2016.

CIMB Niaga mengajak masyarakat untuk bersama-sama tumbuh dan memanfaatkan potensi yang ada di kawasan Asia Tenggara, yang mana sesuai dengan brand positioning dari CIMB Group, “ASEAN For You”.

CIMB Group merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia sekaligus salah satu kelompok usaha perbankan universal terkemuka di ASEAN. Produk dan jasa yang ditawarkannya mencakup produk dan jasa perbankan konsumer, perbankan investasi, perbankan syariah, pengelolaan aset dan asuransi. CIMB Group berkantor pusat di Kuala Lumpur, dan beroperasi di 9 dari 10 negara anggota ASEAN (Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja, Brunei, Vietnam, Myanmar dan Laos). Selain di kawasan ASEAN, CIMB Group mendirikan pula kantor di China, Hong Kong, India, Sri Lanka, Taiwan, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea. Saham CIMB Group tercatat di Bursa Malaysia melalui CIMB Group Holdings Berhad. Per 30 September 2016, kelompok usaha ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang mencapai USD10,1 miliar dan jumlah karyawan sekitar 40.000 orang yang tersebar di 16 negara.

 

Untuk keterangan lebih lanjut, mohon hubungi:

Slamet Sudijono
Head of Marketing, Brand and Communications
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Tel: +6221 2700555 ext. 77901 
Website: www.cimbniaga.com