• CIMB Niaga Laporkan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,2 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2017

Press Release

Selasa, 31 Oktober 2017

CIMB Niaga Laporkan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,2 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2017

JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga atau “Bank”; IDX: BNGA), hari ini melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp2,2 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2017, atau periode yang berakhir pada 30 September 2017 (“9M17”), naik sebesar 69,1% year-on-year (“Y-o-Y”), menghasilkan earnings per share sebesar Rp87,42.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (“NII”) yang meningkat 5,4% Y-o-Y menjadi Rp9,4 triliun serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 16,4% Y-o-Y.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, “Di tengah kegiatan perekonomian yang relatif melambat, kami sampaikan bahwa kinerja perusahaan selama sembilan bulan pertama tahun 2017 (“9M17”) terus mengalami kemajuan. Pendapatan operasional naik 5,1% Y-o-Y sementara biaya dapat ditekan dengan peningkatan hanya 0,8% Y-o-Y, lebih kecil dibanding laju inflasi 3,7%. Biaya pencadangan mengalami penurunan 16,4% Y-o-Y yang mengakibatkan biaya kredit turun sebesar 2,34% dari 2,77% pada periode yang sama tahun lalu, sehingga laba bersih naik 69,1% Y-o-Y menjadi Rp2,2 triliun. Mengingat perekonomian dewasa ini yang masih menantang, kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit, dan memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama."

Dengan total aset mencapai Rp252,13 triliun per 30 September 2017, naik sebesar 6,3% Y-o-Y, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit bruto yang disalurkan tumbuh 2,7% Y-o-Y mencapai Rp178,80 triliun per 30 September 2017. Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat sebesar Rp49,60 triliun (28%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (“UMKM”) mencapai Rp34,68 triliun (19%). Wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan, dengan kredit korporasi sebesar Rp63,81 triliun (36%), dan kredit komersial sebesar Rp30,71 triliun (17%).

"Strategi yang kami ambil, yakni fokus pada kredit pemilikan rumah maupun sektor UKM terus menampakkan hasil, dengan angka pertumbuhan masing-masing 12,1% dan 14,5% Y-o-Y," Tigor menambahkan.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (“DPK”) tercatat sebesar Rp187,25 triliun per 30 September 2017, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 6,2% Y-o-Y, menghasilkan kenaikan rasio CASA CIMB Niaga sebesar 70 basis point (“bps”) Y-o-Y menjadi 53,28%.

CIMB Niaga senantiasa berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya dengan meresmikan fasilitas Phone Banking terbaru yaitu CIMB Niaga 14041 di Yogyakarta, yang bisa memberikan beragam pelayanan berbasis digital mulai dari yang basic yaitu telepon dan email, hingga social media dan video banking. Fasilitas terbaru ini melengkapi fasilitas serupa yang telah diresmikan pada awal tahun ini di Jakarta. “Beroperasinya CIMB Niaga 14041 di dua lokasi berbeda secara simultan, merupakan bagian dari Business Continuity Plan kami secara prudent,” kata Tigor.

Di segmen perbankan syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (“CIMB  Niaga Syariah”) mencapai Rp14,84 triliun (+82,5% Y-o-Y) dengan DPK sebesar Rp16,84 triliun (+81,3% Y-o-Y) per 30 September 2017.  

Per 30 September 2017, 95% dari total transaksi nasabah telah dilakukan melalui layanan digital banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan Rekening Ponsel. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah nasabah yang memanfaatkan produk dan layanan digital secara umum: (a) Jumlah pengguna CIMB Clicks tumbuh 22% Y-o-Y mencapai 1,4 juta pengguna, (b) Pengguna Go Mobile naik 34% Y-o-Y menjadi 1,7 juta pengguna, dan (c) Jumlah pengguna Rekening Ponsel meningkat 49% Y-o-Y menjadi 2,8 juta pengguna per 30 September 2017.

Capital Adequacy Ratio (“CAR”) CIMB Niaga tercatat sebesar 18,96% per 30 September 2017, meningkat 82 bps Y-o-Y. CIMB Niaga menjadi bank pertama yang naik kelas ke Bank Umum Kegiatan Usaha (“BUKU”) 4, yang merupakan kategori bank tertinggi dari sisi modal inti (Tier-1) berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Perseroan terus memegang teguh dan melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance (“GCG”) dalam setiap aktivitas perusahaan. “Kami kembali meraih penghargaan Annual Report Award 2016 untuk kategori Private Keuangan - Listed. Hal ini menjadi pengakuan dari pihak eksternal atas keberhasilan penerapan GCG di CIMB Niaga. Kami juga berhasil mengangkat brand promise “Forward” dengan mencatat 2,6 juta views di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtube,” pungkas Tigor.

Jaringan

Untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya, CIMB Niaga berupaya terus memenuhi kebutuhan nasabah dengan menawarkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 557 jaringan kantor (termasuk 20 kas mobil). Per 30 September 2017, jaringan kantor secara nasional ini didukung oleh 4.033 Automated Teller Machines (“ATM”), 37.973 Electronic Data Capture (“EDC”), 770 Cash Deposit Machines (“CDM”), 176 Multi Function Device (“MFD”), dan 22 digital lounge.

Penghargaan

Pada sembilan bulan pertama tahun ini yang berakhir 30 September 2017, CIMB Niaga telah menerima sejumlah penghargaan, diantaranya The Global Finance Best Trade Finance Providers Awards 2017 atas upaya CIMB Niaga mengembangkan trade finance di Indonesia dan Infobank Banking Service Excellence Awards 2017 untuk kategori performa terbaik pada SMS Banking, gerai digital, dan layanan pembukaan rekening melalui web/aplikasi. CIMB Niaga juga menerima penghargaan Corporate Image Award 2017 dari Majalah Tempo serta The Leaders Achievement Award: The Young Promising Banker 2017 dari The Asian Banker.

Tentang CIMB Niaga

CIMB Niaga didirikan dengan nama Bank Niaga pada tahun 1955. Sekitar 92,5% saham CIMB Niaga (termasuk yang dimiliki oleh PT Commerce Kapital sebesar 1,02%) dimiliki oleh CIMB Group. CIMB Niaga menawarkan produk dan layanan perbankan lengkap, baik konvensional maupun syariah, melalui 557 jaringan kantor per 30 September 2017, yang terdiri dari jumlah kantor cabang sebanyak 490, kantor kas dan payment point sebanyak 47 unit (termasuk 22 digital lounge), dan kas mobil sebanyak 20 unit. CIMB Niaga memiliki 12.981 karyawan per 30 September 2017.

CIMB Group merupakan perusahaan penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia sekaligus salah satu kelompok usaha perbankan universal terkemuka di ASEAN. Produk dan jasa yang ditawarkannya mencakup produk dan jasa perbankan konsumer, perbankan investasi, perbankan syariah, pengelolaan aset dan asuransi. CIMB Group berkantor pusat di Kuala Lumpur, dan beroperasi di 9 dari 10 negara anggota ASEAN (Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Kamboja, Brunei, Vietnam, Myanmar dan Laos). Selain di kawasan ASEAN, CIMB Group mendirikan pula kantor di China, Hong Kong, India, Sri Lanka, Amerika Serikat, Inggris, dan Korea. Saham CIMB Group tercatat di Bursa Malaysia melalui CIMB Group Holdings Berhad. Per 30 September 2017, kelompok usaha ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang mencapai USD13,5 miliar dan jumlah karyawan sekitar 38.000 orang yang tersebar di 15 negara.

Untuk keterangan lebih lanjut, mohon hubungi:

Slamet Sudijono
Head of Marketing, Brand and Communications
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Tel: +6221 2700555 ext. 77901 
Website: www.cimbniaga.com